TERNATE — Warga Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara meluapkan kekesalannya terhadap pelayanan Perumda Ake Gaale (PDAM) Kota Ternate yang dinilai kian memburuk. Kebijakan pemadaman air secara bergilir selama beberapa pekan terakhir memicu amarah warga setempat.
Akibat buruknya pelayanan tersebut, warga bahkan melontarkan kritik pedas dan menyebut manajemen PDAM saat ini bersikap layaknya “penjajah”. Imbasnya, muncul desakan kuat agar jajaran manajemen Perumda Ake Gaale segera mengundurkan diri.
Menurut pengakuan warga, pasokan air bersih sering kali mati total tanpa adanya pemberitahuan resmi terlebih dahulu. Akibatnya, aktivitas rumah tangga seperti memasak dan MCK (mandi, cuci, kakus) menjadi lumpuh total.
”Kami ini bayar tagihan lancar setiap bulan, tapi hak kami mendapatkan air bersih malah digilir seperti ini. Kalau manajemen tidak mampu mengelola fasilitas publik dengan baik, lebih baik mundur saja!” ujar salah satu warga Tubo dengan nada geram, Senin (01/06/2026).
Warga menilai pihak PDAM tidak profesional dan lambat dalam menangani krisis air bersih ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan signifikan serta transparansi terkait jadwal pemadaman, warga mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor PDAM.
Selain mendesak mundur pihak manajemen, warga juga meminta Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, untuk mengevaluasi Direktur Utama serta Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Ake Gaale karena dinilai gagal mengurus kebutuhan dasar masyarakat.
Warga mengeluhkan, sebelum adanya pergantian jajaran Dirut dan Dewas, pelayanan air bersih di Kelurahan Tubo berjalan normal tanpa ada pemadaman bergilir.
”Semenjak Dirut PDAM Firman Mudafar Sjah dan Dewas Samin Marsaoly dilantik oleh Wali Kota, barulah ada kebijakan giliran air mati ini,” ungkap warga lainnya. (Red)

















