BeritaObi

Warga Kawasi Bentangkan Spanduk Penolakan Terhadap Walhi

82
×

Warga Kawasi Bentangkan Spanduk Penolakan Terhadap Walhi

Sebarkan artikel ini

HALSEL- Stabilitas keamanan dan kerukunan sosial menjadi sesuatu yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan. Secara terbuka, warga setempat menyatakan penolakan keras terhadap segala bentuk aksi unjuk rasa maupun kedatangan kelompok luar yang dinilai tidak membawa solusi konkret, melainkan hanya memicu kegaduhan dan memecah belah keharmonisan warga.

Warga menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan situasi desa untuk mengeksploitasi isu demi kepentingan kelompok, tanpa memedulikan dampak psikologis dan sosial bagi masyarakat di Kawasi.

Salah seorang warga, Bambang Bakir, menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan narasi provokatif yang berujung memecah belah atau membuat benturan di tingkat bawah. Menurutnya, jika ada pihak yang datang mengatasnamakan pembelaan namun tidak menawarkan program atau jalan keluar yang nyata bagi kemajuan desa, mereka sebaiknya mengurungkan niatnya.

“Kami warga Kawasi menjunjung tinggi keamanan dan kedamaian. Kalau datang hanya untuk memprovokasi, membuat gaduh, lalu memecah belah kerukunan yang sudah kami rawat, lebih baik tidak usah masuk ke kampung kami. Jika tidak membawa solusi apa pun untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di sini, kami minta dengan tegas untuk angkat kaki,” ujar Bambang Bakir.

Bambang menambahkan, setiap elemen dari luar desa yang ingin menyampaikan aspirasi atau melakukan aktivitas sosial kemasyarakatan diwajibkan menghormati kearifan lokal. Tata krama komunikasi harus ditempuh secara resmi melalui koordinasi dengan pemerintah desa, tokoh adat, serta tokoh agama setempat agar tercipta dialog yang menghadirkan solusi bersama.

Bambang juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat di muka umum memang dijamin oleh negara. Namun, hak tersebut dibatasi oleh kewajiban menghormati hak asasi orang lain serta menjaga ketertiban umum. Aksi massa yang anarkis atau sarat muatan adu domba jelas mencederai konstitusi yang telah ada.

Bambang juga meminta kepada pihak kepolisian untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas setiap oknum atau lembaga luar yang terbukti sengaja melakukan provokasi. Ia menegaskan, warga Kawasi berkomitmen penuh untuk membentengi desa mereka dari segala bentuk infiltrasi yang mengancam persatuan dan keharmonisan masyarakat.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *