Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaTernate

Krisis Air Bersih, Warga Ternate Utara Geram: Dirut dan Dewas Disebut Seperti Penjajah!

8
×

Krisis Air Bersih, Warga Ternate Utara Geram: Dirut dan Dewas Disebut Seperti Penjajah!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TERNATE — Krisis pasokan air bersih kembali menyiksa warga di Kecamatan Ternate Utara. Sejak Kamis (11/6/2026) siang hingga Jumat (12/6/2026) pagi, air tak kunjung mengalir ke rumah-rumah warga. Buruknya pelayanan ini memicu kemarahan besar dari masyarakat setempat.

​Akibat terhentinya distribusi air, aktivitas harian warga lumpuh total. Masyarakat mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, cuci, kakus (MCK), hingga memasak. Dampak paling miris dirasakan oleh anak-anak usia sekolah; banyak dari mereka terpaksa bolos sekolah hari ini karena ketiadaan air.

Example 300x600

​Kekecewaan masyarakat pun memuncak. Warga yang geram tak segan melontarkan kritik tajam kepada jajaran petinggi pengelola air, bahkan menyebut Direktur Utama (Dirut) dan Dewan Pengawas (Dewas) bersikap layaknya penjajah.

​”Mereka itu seperti penjajah. Kalau urusan menagih bayaran, masyarakat dituntut bayar penuh dan tidak ada sistem giliran. Tapi giliran memberikan hak pelayanan air kepada masyarakat, malah dibiarkan mati berhari-hari,” ungkap Jasmin, salah satu warga Ternate Utara, dengan nada emosi.

​Buntut dari kejadian ini, masyarakat mendesak agar Dirut dan Dewas segera mengundurkan diri dari jabatannya. Keduanya dinilai tidak becus dan gagal mengelola manajemen tata air yang merupakan hajat hidup orang banyak.

​Warga juga menegaskan agar kepala daerah, yakni Walikota dan Wakil Walikota Ternate, tidak menutup mata terhadap krisis menahun ini.

​”Walikota dan Wakil Walikota harus turun melihat hal ini. Kalau memang Dirut dan Dewas tidak mampu mengelola kebutuhan air warga, layak dievaluasi. Jangan hanya duduk manis dan bersenang-senang di atas penderitaan masyarakat,” tegas warga lainnya.

​Menurut warga, krisis air bersih dan sistem pemadaman bergilir ini baru kerap terjadi di masa kepemimpinan Firman Mudafar Sjah dan Samin Marsaoly. Mereka membandingkan dengan era kepemimpinan sebelumnya, di mana pasokan air selalu berjalan normal.

​Hingga berita ini diturunkan, warga Ternate Utara masih menanti kejelasan dan perbaikan segera dari pihak terkait agar pasokan air bisa kembali normal.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *