Halsel – Masyarakat Desa Kawasi kini memiliki akses layanan kesehatan yang lebih dekat melalui Puskesmas Pembantu (Pustu) Kawasi. Beroperasi sejak 2024, fasilitas ini melayani pemeriksaan umum sekaligus memberikan perhatian pada kesehatan ibu dan anak, mulai dari Posyandu hingga penanganan balita sakit.
Pustu Kawasi dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan sejak 2020 dan diresmikan pada 2024. Fasilitas tersebut didukung satu dokter umum, lima perawat, dan tiga bidan untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.
“Keberadaan Pustu Kawasi berfokus pada pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap kesehatan. Untuk itu, Pustu ini telah menyiapkan tenaga medis yang relevan dengan kebutuhan warga, mulai dari dokter umum, lima perawat, hingga tiga bidan. Layanan kesehatan seperti Posyandu ibu dan anak serta pengobatan umum telah beroperasi sejak 2024,” ungkap dr. Fitri Istikasari, tenaga medis yang bertugas di Pustu Kawasi.
Selain pengobatan umum, layanan yang tersedia mencakup konsultasi dokter, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), tindakan medis darurat, serta layanan obat melalui apotek.
Dari layanan kesehatan anak, data Pustu Kawasi menunjukkan kasus ISPA tetap ditemukan dan ditangani dengan jumlah yang relatif stabil. Pada Juli 2026, tercatat 43 kasus ISPA pada anak, dibandingkan 44 kasus pada bulan sebelumnya.
Rekam medis Pustu Kawasi selama Januari 2025 hingga Juli 2026 juga menunjukkan common cold sebagai diagnosis yang paling banyak ditemukan. ISPA, demam, dan diare juga tercatat dalam layanan kesehatan dengan pola yang berfluktuasi selama periode tersebut.
Berdasarkan data layanan yang tersedia, tidak terdapat indikasi lonjakan kasus yang tidak biasa di Kawasi selama periode pengamatan. Kondisi ini tetap menjadi perhatian tenaga kesehatan untuk memastikan masyarakat, khususnya ibu dan anak, memperoleh pemeriksaan dan penanganan ketika mengalami keluhan kesehatan.
Secara lebih luas, kasus ISPA pada balita juga tercatat di sejumlah wilayah Halmahera Selatan. Data Dinas Kesehatan Halmahera Selatan sepanjang 2026 mencatat 4.806 kasus ISPA balita yang ditangani di 32 puskesmas. Di Pulau Obi, kasus tercatat antara lain di Puskesmas Madopolo sebanyak 228 kasus, Wayaloar 145 kasus, Jikohai 78 kasus, Sum 66 kasus, dan Laiwui 64 kasus.
Bagi warga Kawasi, keberadaan Pustu juga membuat layanan kesehatan lebih mudah dijangkau. Warga tidak perlu lagi menyeberang ke Laiwui atau melakukan perjalanan ke Labuha untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Indah Dewi Siar, warga Kawasi, mengatakan keberadaan Pustu membantu dirinya dan keluarga mendapatkan layanan kesehatan dengan lebih mudah.
“Kami merasa sangat terbantu. Di Pustu Kawasi kami bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus pergi jauh. Ini sangat membantu, terutama ketika ingin memeriksa kesehatan anak-anak,” tuturnya.
Pustu Kawasi hadir melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Harita Nickel untuk memperkuat akses layanan dasar bagi masyarakat. Dengan layanan kesehatan yang lebih dekat dan dukungan tenaga medis, warga Kawasi memiliki pilihan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis secara lebih cepat, terutama bagi ibu dan anak.(red)












