TERNATE- Warga Perumahan Tubo, RT 006, Kota Ternate, meluapkan kemarahan mendalam terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ternate. Pasalnya, pasokan air bersih mendadak mati total sejak Kamis malam dan tak kunjung mengalir hingga Jumat sore.
Kondisi ini membuat aktivitas harian warga lumpuh total. Tanpa pasokan air, warga tidak bisa melakukan kegiatan krusial seperti memasak, mencuci pakaian, hingga buang air. Puncaknya, kekecewaan warga kian memuncak saat para pria tak dapat menyucikan diri atau mandi untuk menunaikan ibadah Shalat Jumat.
”Kami sudah sangat muak dengan perlakuan PDAM. Tindakan mereka mematikan air tanpa kejelasan ini sudah seperti penjajah yang menyengsarakan rakyatnya sendiri,” tegas salah seorang warga Tubo dengan nada geram.
Kekesalan masyarakat bukan tanpa alasan. Warga menilai ada ketidakadilan yang nyata dari manajemen PDAM. Setiap bulan, masyarakat selalu patuh menunaikan kewajiban pembayaran tagihan air. Namun, jika warga terlambat membayar sedikit saja, PDAM dengan cepat memberlakukan denda hingga ancaman pemutusan.
Anehnya, ketika pelayanan PDAM sangat bobrok dan merugikan konsumen seperti saat ini, tidak ada kejelasan kompensasi maupun solusi cepat dari pihak pengelola.
Tak hanya PDAM yang disorot, Pemerintah Kota Ternate pun tak luput dari kritik pedas. Masyarakat menilai pemerintah terkesan acuh dan tutup mata terhadap krisis air bersih yang merupakan kebutuhan mendasar warga.
Langkah konkret untuk menyelesaikan masalah urgensi ini dinilai sama sekali tidak terlihat. Pemerintah dinilai hanya diam seperti patung menyaksikan penderitaan warga.
Warga mendesak Wali Kota Ternate dan jajaran manajemen PDAM untuk segera turun tangan membenahi infrastruktur dan memberikan kejelasan pasokan air bersih, bukan justru terus membiarkan pelayanan buruk ini berlarut-larut.(red)












